Selasa, 20 Mei 2014

makalah balita(psikologi)

BAB II
PEMBAHASAN
            Masa kanak-kanak awal mulai usia 2 sampai 6 tahun, masa ini sekaligus merupakan masa prasekolah, dimana anak umumnya masuk kelompok bermain dan Taman kanak-kanak, fase ini dalam psikolog Islam disebut dengan fase al-thifl.[1]
A.    Aspek-aspek Perkembangan
1.      Perkembangan Fisik
Pertumbuhan tinggi dan berat badan, pada masa kanak-kanak awal, rata-rata anak bertambah tinggi 6,25 cm setiap tahun, dan bertambah berat 2, 5-3, 5 kg setiap tahun. Pada usia 6 tahun berat harus kurang lebih mencapai tujuh kali berat pada waktu lahir.
Tulang dan otot anak mengalami tingkat pengerasan yang bervariasi pada bagian-bagian tubuh. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan berat sehingga anak lebih kurus meskipun beratnya bertambah. Selain itu selama 4-6 bulan pertama dari awal masa kanak-kanak, 4 gigi bayi yang terakhir yakni graham belakang muncul. Selama setengah tahun terakhir gigi bayi mulai tanggal yakni gigi seri tengah yang pertama kali lepas, dan digantikan gigi tetap. Akhir dari masa kanak-kanak awal biasanya memiliki satu atau dua gigi tetap di depan dan beberapa celah dimana gigi tetap akan muncul.
2.      Perkembangan Kemampuan Motorik
            Seiring dengan pertumbuhannya, sistem syaraf anak anda semakin matang. Ada 2 tipe kemampuan motorik. Yang pertama adalah kemampuan motorik di mana anak anda mampu menggerakkan bagian tubuhnya yang besar, seperti tangan dan kaki. Berjalan, berlari, keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak merupakan bentuk perkembangan anak usia dini pada kemampuan motorik.
Yang perlu dievaluasi pada tahap perkembangan ini adalah kekuatan otot, kualitas gerakan dan sejauh mana anak mampu melakukan gerakan. Sedangkan perkembangan kemampuan motorik yang ke dua adalah kemampuan anak untuk menggerakkan bagian-bagian kecil dari tubuhnya. Seperti jari tangan, jari kaki dan mata. Kemampuan motorik ini dapat dilihat dari kemampuan anak melempar dan menangkap sesuatu, menggambar maupun meraih benda.

3.      Perkembangan Intelektual
            Pada masa kanak-kanak awal, anak berfikir konvergen menuju ke suatu jawaban yang paling mungkin dan paling benar terhadap suatu persoalan. Menurut teori perkembangan kognitif piaget, anak pada masa kanak-kanak awal berada pada tahap perkembangan praoperasional( 2-7 tahun), istilah praoperasional menunjukkan pada pengertian belum matangnya cara kerja pikiran. Pemikiran pada tahap praoperasional masih kacau dan belum terorganisasi dengan baik(Santrock,2002) yan sering dikatakan anak belum mampu menguasai operasi mental secara logis.Adapun ciri-ciri berpikir pada tahap praoperasional adalah sebagaimana berikut:
1)     Anak mulai menguasai fungsi simbolis
2)     Terjadi tingkah laku imitasi
3)     Cara berfikir anak egosentris
4)     Cara berfikir anak centralized
5)     Berfikir tidak dapat di balik
6)     Berfikir terarah statis

4.      Perkembangan Bahasa dan Bicara
            Bahasa dibutuhkan untuk komunikasi dengan dunia luar. Menurut Karl Buhler, seorang anak harus mengalami tiga fungsi bahasa yaitu kundbage, auslosung yang akhirnya sampai pada darstellung dengan syarat apabila lingkungan memberikan masukan pada anak tersebut, karena perkembangan bahasa anak dipengaruhi imitasi, maka tidak ada input perkembangan bahasa, selain itu perlu adanya respon dari sekeliling, yakni dari orang-orang yang ada disekitar anak untuk menaggapi tingkah laku anak. Perkembangan bahasa membutuhkan stimulasi dari luar disebut model learning(modeling) dengan modeling anak dapat belajar bahasa dari model yang ada di dekatnya dan model yang paling mudah untuk ditiru.
Perkembangan bahasa anak usia prasekolah dapat diklasifikasikan ke dalam dua tahap, yaitu sebagai berikut:
a.      Masa usia 2-2 tahun 6 bulan
1)                 Anak sudah mulai bisa menyusun kalimat tunggal yang sempurna.
2)                 Anak sudah mampu memahami tentang perbandingan.
3)                 Anak banyak menanyakan nama dan tempat: apa, dimana dan dari mana.
4)                 Anak sudah banyak menggunakan kata-kata yang berawalan dan berakhiran.
b.      Masa usia 2 tahun 6 bulan-6 tahun
1)                 Anak sudah dapat menggunakan kalimat majemuk beserta anak kalimatnya.
2)                 Tingkat berpikir anak sudah lebih maju, anak banyak menanyakan soal waktu,sebab akibat melalui pertanyaan: kapan, kemana, mengapa dan bagaimana.
5.      Perkembangan Sosial-Emosional
            Banyak keluarga dan pendidik anak usia dini menekankan pentingnya perkembangan sosial selama masa kanak-kanak awal atau tahun-tahun prasekolah. Aspek-aspek perkembangan sosial-emosional anak-anak prasekolah dapat menjadi bagian integral dari area lainnya, seperti perkembangan aspek kognitif dan perkembangan motorik.
a)      Elemen-elemen sosial dari bermain
            Selama masa prasekolah, banyak anak yang mulai mengadakan hubungan dekat dengan orang-orang non keluarga, pada saat anak menjelajahi dunia prasekolah ada peralihan pola bermain anak, dari permainan soliter ke permainan parallel, yaitu anak berdekatan dengan orang-orang lain ketika mereka bermain.
b)     Otonomi dan Inisiatif yang berkembang
            Anak-anak prasekolah yang awalnya hanya memperhatikan kebutuhan dan keinginan sendiri dengan ketergantungan yang kuat pada pemeliharaan keluarga beralih ketingkat kemandirian yang lebih tinggi dan penguasaan terhadap lingkungan.
c)      Perasaan tentang diri (self)
            Pada saat berinteraksi dengan orang lain, anak prasekolah mengembangkan perasaan tentang dirinya atau sering disebut konsep diri, anak akan mengembangkan self-esteem (penghargaan diri), yaitu perasaan tentang seberapa diri mereka berharga, meliputi bidang prestasi akademik, keterampilan sosial, dan penampilan fisik mereka. Anak-anak dengan self-esteem positif biasanya percaya diri, berprestasi, mandiri dan ramah; sedangkan anak dengan self-esteem negative digambarkan sebagai anak yang ragu-ragu, tidak mampu, tergantung dan menarik diri.

d)     Konflik sosial
            Apabila seorang anak tidak dapat mengatasi konflik sosial secara verbal. Maka ia akan beralih menggunakan kekerasan fisik untuk mengatasinya. Dalam hal ini, pendidik perlu membantu anak bagaimana cara mengungkapkan perasaannya secara verbal, dan mengatasi konflik sosial yang ada secara verbal pula.
e)      Ketakutan-ketakutan anak
            Sejak dini, anak kecil sudah mampu merasa dan mengekspresikan emosinya, seperti senang, marah, susah, dan takut. Pada tahun-tahun berikutnya anak mengalami emosi lain seperti malu, rasa bersalah, dan bangga. Pada masa prasekolah anak tidak hanya mengembangkan emosi-emosi tersebut, tetapi juga cara mengendalikannya. Pada masa ini juga, anak sudah mampu menggunakan bahasa untuk memberi nama pada emosi yang dialaminya, misalnya mengatakan “saya takut”

6.      Perkembangan Moral
            Dengan mengambil sudut pandang orang lain, membantu anak mematuhi apa yang benar dan apa yang salah.
            Melalui interaksi anak dengan orang lain, ia segera menangkap apa yang diharapkan dalam situasi sosial, dan anak akan sampai dalam perkembangan sejumlah pemahaman sosial. Misalnya, ada sejumlah peraturan sosial seperti mengatakan “tolong...”, “terima kasih”, kata-kata tersebut akan membantu mereka mendapatkan obyek yang mereka inginkan.
B.    Tugas-tugas Perkembangan pada Masa Kanak-kanak Awal
Tugas-tugas perkembangan pada masa kanak-kanak awal sebagai berikut:
1)     Belajar perbedaan dan aturan-aturan jenis kelamin.
2)     Kontak perasaan dengan orang tua, keluarga dan orang lain.
3)      Pembentukan pengertian sederhana, meliputi realitas fisik dan realitas sosial.
4)     Belajar apa yang benar dan apa yang salah; perkembangan kata hati.
C.    Implikasi dalam Pendidikan
            Perkembangan pada masa kanak-kanak awal sangat kritis bagi perkembangan berikutnya. Menurut perspektif psikodinamika, masa kanak-kanak awal sangat menentukan perkembangan kepribadian pada usia dewasa. Stimulasi yang positif dalam bentuk bimbingan, latihan dan pemberian pengalaman akan sangat membantu anak mencapai tahap perkembangan yang optimal pada setiap aspek perkembangan. Berikut adalah upaya yang dapat dilakukan menurut Syamsu Yusuf(2008).
            Dalam rangka membantu perkembangan fisik anak maka pendidik sebaiknya memberikan bimbingan agar anak memiliki kesadaran akan kemampuan sensorisnya dan bersikap positif terhadap dirinya. Implikasi perkembangan fisik ini, disekolah perlu dirancang lingkungan pendidikan yang kondusif. Sekolah perlu menyediakan halaman yang cukup luas dan perlengkapan permainan yang memberi peluang bagi anak untuk leluasa bergerak dan bermain.   
Untuk aspek emosi, agar berkembang secara sehat maka pendidik sebaiknya mengembangkan hal-hal sebagai berikut:
1)     Kemampuan untuk mengenal, menerima dan berbicara tentang perasaan-perasaannya.
2)     Menyadari bahwa ada hubungan antara emosi dengan tingkah laku sosial.
3)     Kemampuan untuk menyalurkan keinginannya tanpa mengganggu perasaan orang lain.
4)     Kemampuan untuk peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.
            Pengembangan kemampuan berbahasa anak itu penting, karena kemampuan bahasa menyangkut pula kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Upaya yang dapat dilakukan antara lain:
1)     Bertutur kata yang baik dengan anak.
2)     Mau mendengarkan pembicaraan anak.
3)     Menjawab pertanyaan anak, jangan meremehkannya.
4)     Mengajak berdialog dalam hal-hal sederhana.
5)     Anak dibiasakan untuk bertanya, mengekspresikan keinginannya, menghafal dan melantunkan lagu dan puisi.







BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Aspek-aspek Perkembangan
a.       Perkembangan Fisik
b.      Perkembangan Motorik
c.      Perkembangan Intelektual
d.     Perkembangan Bahasa dan Bicara
e.      Perkembangan Sosial-Emosional
f.       Perkembangan Moral
2.      Tugas-tugas Perkembangan pada Masa Kanak-kanak Awal
a.      Belajar perbedaan dan aturan-aturan jenis kelamin.
b.      Kontak perasaan dengan orang tua, keluarga dan orang lain.
c.       Pembentukan pengertian sederhana, meliputi realitas fisik dan realitas sosial.
d.     Belajar apa yang benar dan apa yang salah; perkembangan kata hati.
3.      Implikasi dalam Pendidikan
a.      Aspek Emosi
b.      Aspek Berbahasa
B.    Saran
Dalam pembuatan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan yang mungkin disebabkan karena masih minimnya pengetahuan penulis terutama pada  materi yang sekarang ada pada pembaca sekalian, untuk itu penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi sempurnanya makalah berikutnya.  Dan apabila makalah ini bisa untuk acuan pembelajaran maka penulis mengucapkan terimakasih atas kepercayaan pembaca terhadap makalah ini.





DAFTAR PUSTAKA





[1]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar