BAB II
PEMBAHASAN
Masa kanak-kanak awal mulai usia 2
sampai 6 tahun, masa ini sekaligus merupakan masa prasekolah, dimana anak
umumnya masuk kelompok bermain dan Taman kanak-kanak, fase ini dalam psikolog
Islam disebut dengan fase al-thifl.[1]
A. Aspek-aspek Perkembangan
1. Perkembangan Fisik
Pertumbuhan
tinggi dan berat badan, pada masa kanak-kanak awal, rata-rata anak bertambah
tinggi 6,25 cm setiap tahun, dan bertambah berat 2, 5-3, 5 kg setiap tahun.
Pada usia 6 tahun berat harus kurang lebih mencapai tujuh kali berat pada waktu
lahir.
Tulang
dan otot anak mengalami tingkat pengerasan yang bervariasi pada bagian-bagian
tubuh. Otot menjadi lebih besar, lebih kuat dan berat sehingga anak lebih kurus
meskipun beratnya bertambah. Selain itu selama 4-6 bulan pertama dari awal masa
kanak-kanak, 4 gigi bayi yang terakhir yakni graham belakang muncul. Selama
setengah tahun terakhir gigi bayi mulai tanggal yakni gigi seri tengah yang
pertama kali lepas, dan digantikan gigi tetap. Akhir dari masa kanak-kanak awal
biasanya memiliki satu atau dua gigi tetap di depan dan beberapa celah dimana
gigi tetap akan muncul.
2. Perkembangan Kemampuan Motorik
Seiring
dengan pertumbuhannya, sistem syaraf anak anda semakin matang. Ada 2 tipe
kemampuan motorik. Yang pertama adalah kemampuan motorik di mana anak anda
mampu menggerakkan bagian tubuhnya yang besar, seperti tangan dan kaki.
Berjalan, berlari, keseimbangan tubuh dan koordinasi gerak merupakan bentuk
perkembangan anak usia dini pada kemampuan motorik.
Yang perlu dievaluasi pada tahap perkembangan
ini adalah kekuatan otot, kualitas gerakan dan sejauh mana anak mampu melakukan
gerakan. Sedangkan perkembangan kemampuan motorik yang ke dua adalah kemampuan
anak untuk menggerakkan bagian-bagian kecil dari tubuhnya. Seperti jari tangan,
jari kaki dan mata. Kemampuan motorik ini dapat dilihat dari kemampuan anak
melempar dan menangkap sesuatu, menggambar maupun meraih benda.
3. Perkembangan Intelektual
Pada masa kanak-kanak awal, anak berfikir konvergen menuju ke suatu
jawaban yang paling mungkin dan paling benar terhadap suatu persoalan. Menurut
teori perkembangan kognitif piaget, anak pada masa kanak-kanak awal berada pada
tahap perkembangan praoperasional( 2-7 tahun), istilah praoperasional
menunjukkan pada pengertian belum matangnya cara kerja pikiran. Pemikiran pada
tahap praoperasional masih kacau dan belum terorganisasi dengan
baik(Santrock,2002) yan sering dikatakan anak belum mampu menguasai operasi
mental secara logis.Adapun ciri-ciri berpikir pada tahap praoperasional adalah
sebagaimana berikut:
1)
Anak mulai menguasai fungsi simbolis
2)
Terjadi tingkah laku imitasi
3)
Cara berfikir anak egosentris
4)
Cara berfikir anak centralized
5)
Berfikir tidak dapat di balik
6)
Berfikir terarah statis
4. Perkembangan Bahasa dan Bicara
Bahasa
dibutuhkan untuk komunikasi dengan dunia luar. Menurut Karl Buhler, seorang
anak harus mengalami tiga fungsi bahasa yaitu kundbage, auslosung yang akhirnya
sampai pada darstellung dengan syarat apabila lingkungan memberikan masukan
pada anak tersebut, karena perkembangan bahasa anak dipengaruhi imitasi, maka
tidak ada input perkembangan bahasa, selain itu perlu adanya respon dari
sekeliling, yakni dari orang-orang yang ada disekitar anak untuk menaggapi tingkah
laku anak. Perkembangan bahasa
membutuhkan stimulasi dari luar disebut model learning(modeling) dengan
modeling anak dapat belajar bahasa dari model yang ada di dekatnya dan model
yang paling mudah untuk ditiru.
Perkembangan bahasa anak usia
prasekolah dapat diklasifikasikan ke dalam dua tahap, yaitu sebagai berikut:
a. Masa usia 2-2 tahun 6 bulan
1)
Anak sudah mulai bisa
menyusun kalimat tunggal yang sempurna.
2)
Anak sudah mampu memahami tentang
perbandingan.
3)
Anak banyak menanyakan nama
dan tempat: apa, dimana dan dari mana.
4)
Anak sudah banyak
menggunakan kata-kata yang berawalan dan berakhiran.
b. Masa usia 2 tahun 6 bulan-6 tahun
1)
Anak sudah dapat
menggunakan kalimat majemuk beserta anak kalimatnya.
2)
Tingkat berpikir anak sudah
lebih maju, anak banyak menanyakan soal waktu,sebab akibat melalui pertanyaan:
kapan, kemana, mengapa dan bagaimana.
5. Perkembangan Sosial-Emosional
Banyak
keluarga dan pendidik anak usia dini menekankan pentingnya perkembangan sosial
selama masa kanak-kanak awal atau tahun-tahun prasekolah. Aspek-aspek
perkembangan sosial-emosional anak-anak prasekolah dapat menjadi bagian
integral dari area lainnya, seperti perkembangan aspek kognitif dan
perkembangan motorik.
a) Elemen-elemen sosial dari bermain
Selama
masa prasekolah, banyak anak yang mulai mengadakan hubungan dekat dengan
orang-orang non keluarga, pada saat anak menjelajahi dunia prasekolah ada
peralihan pola bermain anak, dari permainan soliter ke permainan parallel,
yaitu anak berdekatan dengan orang-orang lain ketika mereka bermain.
b) Otonomi dan Inisiatif yang berkembang
Anak-anak
prasekolah yang awalnya hanya memperhatikan kebutuhan dan keinginan sendiri
dengan ketergantungan yang kuat pada pemeliharaan keluarga beralih ketingkat
kemandirian yang lebih tinggi dan penguasaan terhadap lingkungan.
c) Perasaan tentang diri (self)
Pada
saat berinteraksi dengan orang lain, anak prasekolah mengembangkan perasaan
tentang dirinya atau sering disebut konsep diri, anak akan mengembangkan
self-esteem (penghargaan diri), yaitu perasaan tentang seberapa diri mereka
berharga, meliputi bidang prestasi akademik, keterampilan sosial, dan
penampilan fisik mereka. Anak-anak dengan self-esteem positif biasanya percaya
diri, berprestasi, mandiri dan ramah; sedangkan anak dengan self-esteem
negative digambarkan sebagai anak yang ragu-ragu, tidak mampu, tergantung dan
menarik diri.
d) Konflik sosial
Apabila
seorang anak tidak dapat mengatasi konflik sosial secara verbal. Maka ia akan
beralih menggunakan kekerasan fisik untuk mengatasinya. Dalam hal ini, pendidik
perlu membantu anak bagaimana cara mengungkapkan perasaannya secara verbal, dan
mengatasi konflik sosial yang ada secara verbal pula.
e) Ketakutan-ketakutan anak
Sejak
dini, anak kecil sudah mampu merasa dan mengekspresikan emosinya, seperti
senang, marah, susah, dan takut. Pada tahun-tahun berikutnya anak mengalami
emosi lain seperti malu, rasa bersalah, dan bangga. Pada masa prasekolah anak
tidak hanya mengembangkan emosi-emosi tersebut, tetapi juga cara
mengendalikannya. Pada masa ini juga, anak sudah mampu menggunakan bahasa untuk
memberi nama pada emosi yang dialaminya, misalnya mengatakan “saya takut”
6. Perkembangan Moral
Dengan mengambil sudut pandang orang
lain, membantu anak mematuhi apa yang benar dan apa yang salah.
Melalui interaksi anak dengan orang
lain, ia segera menangkap apa yang diharapkan dalam situasi sosial, dan anak akan
sampai dalam perkembangan sejumlah pemahaman sosial. Misalnya, ada sejumlah
peraturan sosial seperti mengatakan “tolong...”, “terima kasih”, kata-kata
tersebut akan membantu mereka mendapatkan obyek yang mereka inginkan.
B. Tugas-tugas Perkembangan pada Masa Kanak-kanak Awal
Tugas-tugas
perkembangan pada masa kanak-kanak awal sebagai berikut:
1) Belajar perbedaan dan aturan-aturan jenis kelamin.
2) Kontak perasaan dengan orang tua, keluarga dan orang lain.
3) Pembentukan pengertian sederhana, meliputi realitas fisik dan
realitas sosial.
4) Belajar apa yang benar dan apa yang salah; perkembangan kata
hati.
C. Implikasi dalam Pendidikan
Perkembangan pada masa kanak-kanak
awal sangat kritis bagi perkembangan berikutnya. Menurut perspektif
psikodinamika, masa kanak-kanak awal sangat menentukan perkembangan kepribadian
pada usia dewasa. Stimulasi yang positif dalam bentuk bimbingan, latihan dan
pemberian pengalaman akan sangat membantu anak mencapai tahap perkembangan yang
optimal pada setiap aspek perkembangan. Berikut adalah upaya yang dapat
dilakukan menurut Syamsu Yusuf(2008).
Dalam rangka membantu
perkembangan fisik anak maka pendidik sebaiknya memberikan bimbingan agar anak
memiliki kesadaran akan kemampuan sensorisnya dan bersikap positif terhadap
dirinya. Implikasi perkembangan fisik ini, disekolah perlu dirancang lingkungan
pendidikan yang kondusif. Sekolah perlu menyediakan halaman yang cukup luas dan
perlengkapan permainan yang memberi peluang bagi anak untuk leluasa bergerak
dan bermain.
Untuk aspek emosi, agar berkembang secara
sehat maka pendidik sebaiknya mengembangkan hal-hal sebagai berikut:
1) Kemampuan untuk mengenal, menerima dan berbicara tentang
perasaan-perasaannya.
2) Menyadari bahwa ada hubungan antara emosi dengan tingkah laku
sosial.
3) Kemampuan untuk menyalurkan keinginannya tanpa mengganggu
perasaan orang lain.
4) Kemampuan untuk peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain.
Pengembangan
kemampuan berbahasa anak itu penting, karena kemampuan bahasa menyangkut pula
kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Upaya yang dapat dilakukan antara
lain:
1) Bertutur kata yang baik dengan anak.
2) Mau mendengarkan pembicaraan anak.
3) Menjawab pertanyaan anak, jangan meremehkannya.
4) Mengajak berdialog dalam hal-hal sederhana.
5) Anak dibiasakan untuk bertanya, mengekspresikan keinginannya,
menghafal dan melantunkan lagu dan puisi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Aspek-aspek Perkembangan
a. Perkembangan Fisik
b. Perkembangan Motorik
c. Perkembangan Intelektual
d. Perkembangan Bahasa dan Bicara
e. Perkembangan Sosial-Emosional
f. Perkembangan Moral
2. Tugas-tugas Perkembangan pada Masa Kanak-kanak Awal
a. Belajar perbedaan dan aturan-aturan jenis kelamin.
b. Kontak perasaan dengan orang tua, keluarga dan orang lain.
c. Pembentukan pengertian sederhana, meliputi realitas fisik dan
realitas sosial.
d. Belajar apa yang benar dan apa yang salah; perkembangan kata
hati.
3. Implikasi dalam Pendidikan
a. Aspek Emosi
b. Aspek Berbahasa
B. Saran
Dalam
pembuatan makalah ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan
yang mungkin disebabkan karena masih minimnya pengetahuan penulis terutama
pada materi yang sekarang ada pada
pembaca sekalian, untuk itu penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat
membangun demi sempurnanya makalah berikutnya. Dan apabila makalah ini bisa untuk acuan
pembelajaran maka penulis mengucapkan terimakasih atas kepercayaan pembaca
terhadap makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar